Sabtu, 22 September 2012

Cara Membuat atau Menyusun Naskah Drama



Apa yang terlintas dipikiran loe pertama kali , ketika ditanya tentang “NASKAH DRAMA”??? 
Ini jawaban dari teman-teman gue , ketika gue tanya 2 kata tersebut : “Skenario,dialog,sketsa,alur cerita,script,narasi,sinopsis,fiktif, ungkapan perasaan, pikiran dan pengalaman yang ditulis secara dramatikdan kalau menurut kawan gue pemilik akun fesbuk ivana christa ###### calon sarjana sastra (amin), dia berpendapatnaskah drama adalah alur cerita yang di tulis berdasarkan bagian-bagian dari cerita itu sendiri dari awal sampai akhir cerita. Nah pendapat loe sendiri gimana?

Gue yakin pasti jawaban loe, engga jauh berbeda dengan jawaban dari teman-teman gue. Sekarang gue bakal memberikan pengertian lebih jelas nya tentang naskah drama menurut para ahli 

Naskah drama adalah salah satu genre karya sastra yang sejajar dengan prosa dan puisi. Berbeda dengan prosa maupun puisi, naskah drama memiliki bentuk sendiri yaitu ditulis dalam bentuk dialog yang didasarkan atas konflik batin dan mempunyai kemungkinan dipentaskan (Waluyo, 2003: 2)

Naskah drama merupakan hasil tulisan yang berbentuk dialog yangmemiliki kemungkinan untuk dipentaskan. Menurut Harymawan (1986:23)

Dari berbagai pengertian naskah drama dapat disimpulkan bahwa naskah drama merupakan hasil karya seseorang yang berisi dialog yang dipentaskan dalam bentuk Aksi yang menggambarkan watak seseorang dalam kehidupan.




Penulisan Naskah Drama

Apa aja langkah-langkah yang dilakukan dalam membuat atau menyusun sebuah naskah drama? Hal pertama yang harus dilakukan dari seorang penulis dalam membuat atau menyusun sebuah naskah drama adalah Cintai Menulis, karena kalau loe engga memiliki minat untuk menulis atau engga cinta dunia menulis, gue yakin loe bakal tersesat di dalam nya alias pusing sendiri. Kalau loe sudah mulai menyukai dunia menulis, gue yakin untuk tahapan selanjutnya loe bakal enjoy ngejalaninya. 
Next Step >>>

Ide Cerita/ Gagasan

Ide cerita merupakan “pesan” yang  akan disampaikan kepada penonton. Isi pesan bersifat umum dan cukup terdiri dari beberapa kalimat saja. Terkadang dalam mencari sebuah ide kita sangat sulit mendapatkannya, tapi jika kita lebih peka dan terbuka maka semua keadaan disekeliling kita bisa menjadi ide dasar dalam tahap awal kita menulis. Ide Cerita bisa kita dapat melalui :
  • Pengalaman Pribadi
  • Inspirasi
  • Orang di sekeliling kita
  • Cerita Dongeng
  • Koran / Majalah / Cerpen
  • Atau bisa juga dari Riset



Tema 

Tema menguraikan “siapa” ( tokoh ) yang   “mengapa” ( melakukan aksi) artinya menjelaskan intisari cerita dari sebuah ide cerita bisa juga disebut  ’sesuatu’ yang ingin disampaikan. ’Sesuatu’ yang ingin disampaikan pengarang itu terurai dalam seluruh unsur drama. Tema menjiwai seluruh bagian drama: babak, adegan, dialog, tokoh, bahasa. Dalam menentukan tema berarti penulis sudah menentukan tokoh atau karakter yang akan diceritakan.
Nb: Ide Cerita dan Tema harus berkesinambungan
Contoh :
            Ide Cerita         : Cinta Itu Buta
            Tema               : Majikan Jatuh Cinta kepada Supirnya

Karakter 

Penjelasan mengenai tokoh yang akan diceritakan. Mulai dari sifat, tingkah laku, bentuk fisik, latar belakang kehidupan tokoh tersebut dan lain-lain.

Sinopsis

Rangkuman / Ringkasan cerita yang dikemas secara menarik

Skenario/Naskah

Uraian cerita yang sudah jelas, mulai dari awal hingga akhir cerita.



“Anwar (2001:136) mengemukakan bahwa dalam menulis naskah drama harus memperhatikan beberapa aspek, yaitu:

   1)      Menciptakan setting (latar)
Latar adalah lingkungan fisik tempat penulis drama menempatkan aksi (action) para tokoh ciptaannya. Yang perlu diingat dalam setting adalah bahwa dimana pun tempatnya, yang penting penempatan itu mempunyai alasan yang dapat diterima. Penulis drama yang sudah berpengalaman seringkali menggunakan suatulingkungan yang aktual seperti yang mereka observasi sebagai dasar setting dramayang mereka tulis. Mereka memodifikasi hasil observasi agar menjadi settingyang paling baik bagi dramanya.

   2)      Penciptaan tokoh
Dalam melukiskan tokoh, penulis drama melukiskannya seringkas dan se-tepat mungkin. Informasi-informasi yang ada di dalamnya ialah, nama tokoh,usia (umur) tokoh, deskripsi fisik tokoh secukupnya, hubungan tokoh utamadengan tokoh-tokoh lain di dalam drama itu. Kalaupun ada petunjuk khusustentang karakter tokoh seyogyanya dideskripsikan sedikit saja.Seorang penulis drama perlu mengetahui karakter tokoh yang ditulisdalam dramanya, sebab pemahaman sebulat-bulatnya karakter tokoh yang ditulismerupakan faktor esensial bagi keberhasilan drama.

   3)      Meletakkan tokoh dalam setting
Seorang penulis drama harus memiliki kesadaran tentang segala sesuatuyang berkaitan dengan tokoh-tokoh yang diciptakannya, khususnya apa yangdilakukan tokoh-tokoh dalam setting dan bagaimana hubungan tokoh yang satudengan yang lain dalam setting, kemana tokoh bergerak, bagaimana ia bergerak,apa yang disentuh tokoh, yang diambil, yang diturunkan, yang dimain-mainkan.Aktivitas tokoh-tokoh di dalam sebuah setting disebut business. Penulisdrama yang berpengalaman seringkali memberi indikasi-indikasi halus, khususnya business (bisnis akting) yang penting yang disisipkan berupa non-dialog, yaitu stage direction (petunjuk pemanggungan) di sela-sela dialog.

   4)      Dialog tokoh
Dialog merupakan pembicaraan tokoh-tokoh di atas panggung. Bagaimanatokoh-tokoh berbicara di atas penggung menjadi penentu keberhasilan drama.Penulis drama yang berpengalaman menyadari bahwa tokoh-tokoh yangditampilkan di atas panggung harus menunjukkan tidak hanya apa yang dikatakan,melainkan bagaimana tokoh menyatakan sikapnya.

   5)      Penulisan adegan
Adegan adalah bagian (sub divisi) dari drama seluruhnya yang didalamnya setting ditempatkan dengan pengaturan waktu yang sambungsinambung. Dalam tahap ini kita membangun sendi-sendi drama (building block).Penulisan adegan dapat dimulai dengan proses:
a. Penempatan elemen bersama-sama ke dalam skenario dasar (kasar) berupaoutline naratif yang mengisahkan cerita drama itu. 
b. Menulis adegan itu sendiri lengkap dengan dialog dengan petunjuk panggung (stage direction)”


Ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam pembuatan naskah drama yaitu

Babak

Babak merupakan bagian naskah yang merangkum semua peristiwa yang terjadi dalam satu kesatuan waktu – tempat – peristiwa. Setiap babak terbagi atas adegan-adegan.

Adegan 

Dialog

Prolog 

Prolog adalah bagian naskah drama yang ditempatkan pada bagian awal drama. Prolog berfungsi sebagai pengantar yang mengungkap keterangan tentang cerita yang akan disajikan.
Epilog

Epilog adalah bagian akhir naskah drama yang berisi kesimpulan pengarang mengenai cerita, nasihat, pesan moral (etika). Epilog bukanlah unsur yang harus ada dalam naskah drama.

Tema

Penokohan 

Alur cerita

Alur adalah rangkaian peristiwa yang dihubungkan dengan hukum sebab akibat. Artinya, peristiwa-peristiwa pertama menyebabkan peristiwa kedua, peristiwa kedua meyebabkan peristiwa ketiga, dan seterusnya. Fungsi utama alur adalah mengungkap gagasan, membimbing, dan mengarahkan perhatian.

Bahasa

Unsur yang tidak kalah pentingnya dalam penulisan naskah drama adalah bahasa. Bahasa selalu menggerakkan tokoh dan mencipta suasana. Melalui bahasa yang diucapkan tokoh-tokohnya, kita dapat memahami waktu, tempat, keadaan, masalah. Melalui bahasa pula kita mengenal latar belakang setiap tokoh yang dideskripsikannya.

Aside 

Aside adalah bagian dari naskah drama yang diucapkan seorang pemain kepada penonton dengan anggapan tokoh lain tidak mendengarnya.

Plot

Plot adalah jalinan cerita atau kerangka dari awal hingga akhir, jalinan plot terdiri dari konflik yang meliputi:

1. Exposition
Dalam tahap ini diperkenalkanlah tokoh-tokoh dengan watak masing-masing.
2. Kompilasi
Pengenalan terhadap para pelaku sudah menjurus pada pertikaian, kemudian konflik menanjak/meninggi.
3. Klimaks
Titik puncak atau kegawatan dari sebuah konflik dalam cerita disebut dengan klimaks, segala pertikaian atau pertentangan tokoh ditumpahkan pada bagian ini.
4. Resolusi
Resolusi ialah keadaan menurunnya sebuah konflik, segala permasalahan konflik telah ditemukan jalan keluarnya.
5. Catastrophe (keputusan)
Catastrophe ialah penjelasan akhir dari semua ulasan cerita.





Beberapa jenis plot cerita






5 komentar:

  1. kalau mau menulis naskah drama actoin durasi 5 menit kira2 butuh berapa lembar kertas???
    saya belum ada ide nih untuk membuat naskah yang disuruh sama dosen saya.....
    dan naskah action yang baik itu yang bagaimana bang????
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. estimasi 1 lembar skenario = durasi 1 menit film.
      font Courier New 12, kertas A4, spasi 1,5.
      dan naskah drama action yang baik itu pastinya jalan cerita nya harus jelas,,ga cuma pukul-pukulan tapi g ada tujuannya ...

      Hapus
    2. hm.,.,
      Drama panggung yg efiktif itu seharusnya berapa lama durasinya?

      Hapus
  2. boleh nanya?
    kalo buat naskah untuk 37 orang itu gimana? -_-

    BalasHapus
  3. Makasih atas masukannya, artikel cara menyusun naskah drama diatas sangat berguna.

    BalasHapus